Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2017

Fana

Bukankah tidak akan ada yang tetap sama selamanya ? Bukankah semua akan luruh lalu hilang tak tersisa? Bukankah tawa tangis luka sesal ini hanya sementara? Yang patah tumbuh yang hilang berganti yang hancur lebur akan terobati yang sia sia akan jadi makna yang terus berulang suatu saat henti... Sungguh tak ada yang abadi Lalu apa yang membuatmu berdiri dan terus menanti Melangkah sajalah terus tanpa henti ....

Jeruji Tak Kasat Mata

Sore itu, Dia duduk di ujung coffee shop sambil menggenggam cangkir kecil berisi espresso favoritnya. Matanya masih tampak basah, sorot matanya lesu. Dia menangisi yang seharusnya tak perlu ditangisi. Seseorang yang tak pernah mengganggapnya ada kini akhirnya memutuskan untuk benar benar membuangnya. Dia tahu seharusnya dia bahagia, tapi dia justru merasa jiwanya ikut pergi bersama laki laki itu. Menjalani hari bertahun tahun dengan laki laki yang mengekang kebebasannya membuat dia lupa rasanya jadi manusia seutuhnya. Dia lupa caranya bahagia, dia lupa bagaimana caranya berdiri tanpa bantuan dari laki laki itu. Dan kini alih alih dia menikmati kebebasannya , dia justru terpuruk dan merasa kalah sekalah kalahnya. 5 tahun yang lalu.. Hari pertama Dia masuk kerja di kantor barunya, sebuah perusahaan yang sudah Dia idam idamkan sejak lama. Hari itu menjadi hari yang tak pernah Dia duga akan merubah hidupnya. Laki laki itu berdiri tersenyum sambil menyodorkan tangan. Muncul sebaga...